<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Andalusia Kembalilah!!!!!</title>
	<atom:link href="http://faktaandalusia.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://faktaandalusia.wordpress.com</link>
	<description>Fakta-Fakta Umat Di Dunia, Meskipun Pahit Inilah Fakta</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Aug 2007 11:21:52 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='faktaandalusia.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/6f02c936e3a4ad6c05ce4e4ec52e3add?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Andalusia Kembalilah!!!!!</title>
		<link>http://faktaandalusia.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>BUYA HAMKA: Menolak Takluk</title>
		<link>http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/10/buya-hamka-menolak-takluk/</link>
		<comments>http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/10/buya-hamka-menolak-takluk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Aug 2007 06:50:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thoriqandalusia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tarbiyah Akhlaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/10/buya-hamka-menolak-takluk/</guid>
		<description><![CDATA[Nama panjangnya adalah Haji Abdul Malik Karim Amrullah, tapi ia lebih dikenal dengan HAMKA. Seorang ulama ahlus sunnah wal jamaah (Bermanhaj Salafy/Wahabi) yang pernah dilahirkan oleh bangsa Indonesia, yang berpengaruh hingga di kawasan Asia Tenggara. Hamka lahir di Maninjau, Sumatera Barat, 16 Februari 1908, Putra H. Abdul Karim Amrullah. Seorang tokoh pelopor gerakan Islam “Kaum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faktaandalusia.wordpress.com&blog=1241117&post=231&subd=faktaandalusia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Nama panjangnya adalah Haji Abdul Malik Karim Amrullah, tapi ia lebih dikenal dengan HAMKA. <em><strong>Seorang ulama ahlus sunnah wal jamaah (Bermanhaj Salafy/Wahabi) yang pernah dilahirkan oleh bangsa Indonesia, yang berpengaruh hingga di kawasan Asia Tenggara. </strong></em>Hamka lahir di Maninjau, Sumatera Barat, 16 Februari 1908, Putra H. Abdul Karim Amrullah. Seorang tokoh pelopor gerakan Islam “Kaum Muda” di daerahnya. Dia juga termasuk generasi ketiga dari dakwah Salafy atau Wahabi di Indonesia. <em>(Generasi Pertama adalah Syaikh Al Minangkabawi Kakek Guru Imam Bonjol, yang akhirnya kembali ke madinah dan menjadi ulama besar disana sehingga disebut Ulama Madinah. Generasi Kedua: Imam Bonjol dan Gurunya; yang akhirnya padam akibat kerjasama kelompok Munafik dari kalangan kaum adat dengan Belanda)</em><br />
<span id="more-231"></span>Hamka hanya sempat masuk sekolah desa selama 3 tahun dan sekolah-sekolah agama di Padangpanjang dan Parabek (dekat Bukittinggi) sekitar 3 tahun. Tapi ia berbakat dalam bidang bahasa dan segera menguasai bahasa Arab; yang membuat ia mampu membaca secara luas literatur Arab, termasuk terjemahan dari tulisan-tulisan Barat. Sebagai putra tokoh pergerakan, sejak kecil Hamka menyaksikan dan mendengar langsung pembicaraan tentang pembaruan dan gerakannya melalui ayah dan rekan-rekan ayahnya.</p>
<p>Hamka dikenal sebagai seorang petualang. Ayahnya bahkan menyebutnya “Si Bujang Jauh”. Pada 1924, dalam usia 16 tahun, ia pergi ke Jawa untuk mempelajari seluk-beluk gerakan Islam modern dari H. Oemar Said Tjokroaminoto, Ki Bagus Hadikusumo (ketua Muhammadiyah 1944-1952), RM. Soerjopranoto (1871-1959), dan KH. Fakhfuddin (ayah KH. Abdur Rozzaq Fakhruddin). Kursus-kursus pergerakan itu diadakan di Gedung Abdi Dharmo, Pakualaman, Yogyakarta. Setelah beberapa lama di sana, ia berangkat ke Pekalongan dan menemui kakak ipamya, AR. Sutan Mansur, yang waktu itu menjadi ketua Muhammadiyah cabang Pekalongan. Di kota ini ia berkenalan dengan tokoh-tokoh ulama setempat.<br />
Pada bulan Juli 1925, ia kembali ke rumah ayahnya di Gatangan, Padangpanjang. Sejak itulah ia mulai berkiprah dalam organisasi Muhammadiyah.</p>
<p>Pada Februari 1927, Hamka berangkat ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji dan bermukim lebih kurang 6 bulan. Selama di Makkah, ia bekerja di sebuah percetakan. Pada bulan Juli, Hamka kembali ke tanah air dengan tujuan Medan. Di Medan ia menjadi guru agama pada sebuah perkebunan selama beberapa bulan. Pada akhir 1927, ia kembali ke kampung halamannya.</p>
<p>Pada 1928, Hamka menjadi peserta Muktamar Muhammadiyah di Solo, dan sejak itu hampir tidak pernah absen dalam Muktamar Muhammadiyah hingga akhir hayatnya. Sepulang dari Solo, ia mulai memangku beberapa jabatan, mulai dari ketua bagian Taman Pustaka, ketua Tabligh, sampai menjadi ketua Muhammadiyah Cabang Padangpanjang. Pada 1930, ia diutus oleh Pengurus Cabang Padangpanjang untuk mendirikan Muhammadiyah di Bengkalis. Pada 1931, ia diutus oleh Pengurus Pusat Muhammadiyah ke Ujungpandang untuk menjadi mubaligh Muhammadiyah dalam rangka menggerakkan semangat menyambut Muktamar Muhammadiyah ke-21 (Mei 1932) di Ujungpandang.</p>
<p>Hamka pindah ke Jakarta pada tahun 1950, dan memulai karirnya sebagai pegawai negeri golongan F di Kementerian Agama yang dipimpin KH. Abdul Wahid Hasyim.</p>
<p>Tahun 1950 itu juga HAMKA mengadakan lawatan ke beberapa negara Arab sesudah menunaikan ibadah haji untuk kedua kalinya. Sepulang dari lawatan ini ia mengarang apa buku roman, yaitu Mandi Cahaya di Tanah Suci, Di Lembah Sungai Nil, dan Di Tepi Sungai Dajah. Sebelumnya Hamka menulis Di Bawah Naungan Ka’bah (1938), Tenggelamrrya Kapal van der Wljk (1939), Merantau ke Deli (1940), Di Dalam Lembah Kehidupan (1940), dan biografi orang tuanya berjudul Ayahku (1949).</p>
<p>Ia pernah mendapat anugerah gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Al-Azhar, Kairo. Tentang pengaruhnya, Tun Abdul Razak, Perdana Menteri Malaysia berkata, “ Hamka bukan hanya milik bangsa Indonesia, tapi juga kebanggaan bangsa-bangsa Asia Tenggara.”</p>
<p>Dalam bidang politik, Hamka menjadi anggota konstituante hasil pemilu pertama 1955. la dicalonkan oleh Muhammadiyah untuk mewakili daerah pemilihan Masyumi di JawaTengah. Muhammadiyah waktu itu adalah anggota istimewa Masyumi. Dalam sidang konstituante di Bandung, ia menyampaikan pidato penolakan gagasan Soekarno untuk menerapkan Demokrasi Terpimpin.</p>
<p>Setelah Konstituante dibubarkan pada bulan Juli 1959 dan Masyumi dibubarkan setahun kemudian. Hamka pun memusatkan kegiatannya dalam dakwah. Sebelum Masyumi di bubarkan, ia mendirikan majalah tengah bulanan bernama Panji Masyarakat yang menitikberatkan soal-soal kebudayaan dan pengetahuan agama Islam. Majalah ini kemudian dibreidel pada 17 Agustus 1960 dengan alasan memuat karangan Dr. Muhammad Hatta berjudul Demokrasi Kita yang mengritik konsepsi Demokrasi Terpimpin. Majalah ini baru terbit kembali setelah Orde Lama tumbang, pada 1967, dan HAMKA menjadi pemlmpin umumnya hingga akhir hayatnya.</p>
<p>Sebelumnya, pada tanggal 27 Januari 1964, ulama dengan jasa yang besar pada negara ini ditangkap negaranya sendiri. Ia dijebloskan ke dalam penjara selama Orde Lama. Dalam tahan ini pula ia melahirkan karyanya yang monumental, yakni tafsir Al Azhar.</p>
<p>Hamka pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia pada tahun 1975. Pada masanya pula, MUI pernah mengeluarkan fatwa yang luar biasa, melarang perayaan Natal bersama. MUI didesak untuk mencabut kembali fatwa tersebut, namun Hamka menolakya. Ia lebih memilih mengundurkan diri dari jabatannya ketimbang harus mengorbankan akidah. Allah SWT memanggilnya pada 24 Juli 1981. Ulama pejuang yang istiqomah ini dimakamkan di Tanah Kusir, diiringi doa segenap umat Islam yang mencintainya</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/faktaandalusia.wordpress.com/231/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/faktaandalusia.wordpress.com/231/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faktaandalusia.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faktaandalusia.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faktaandalusia.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faktaandalusia.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faktaandalusia.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faktaandalusia.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faktaandalusia.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faktaandalusia.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faktaandalusia.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faktaandalusia.wordpress.com/231/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faktaandalusia.wordpress.com&blog=1241117&post=231&subd=faktaandalusia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/10/buya-hamka-menolak-takluk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/040ed9978a1280d5b96d47461ece1494?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">AndaLuSia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MOHAMMAD NATSIR</title>
		<link>http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/10/mohammad-natsir/</link>
		<comments>http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/10/mohammad-natsir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Aug 2007 06:46:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thoriqandalusia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fakta Andalusia]]></category>
		<category><![CDATA[Fakta Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/10/mohammad-natsir/</guid>
		<description><![CDATA[Negarawan Muslim, ulama intelektual, tokoh pembaruan dan politikus kenamaan, itulah predikat yang bisa disematkan pada tokoh Muslim yang satu ini. Lahir pada 17 Juli 1908, di Alahanpanjang, daerah subur di Sumatera Barat yang kaya dengan aneka pergolakan pemikiran dan gagasan.
Ketika baru berusia 8 tahun, Mohammad Natsir belajar di HIS (Hollandsch Inlandsche School) Adabiyah, Padang dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faktaandalusia.wordpress.com&blog=1241117&post=230&subd=faktaandalusia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Negarawan Muslim, ulama intelektual, tokoh pembaruan dan politikus kenamaan, itulah predikat yang bisa disematkan pada tokoh Muslim yang satu ini. Lahir pada 17 Juli 1908, di Alahanpanjang, daerah subur di Sumatera Barat yang kaya dengan aneka pergolakan pemikiran dan gagasan.</p>
<p>Ketika baru berusia 8 tahun, Mohammad Natsir belajar di HIS (Hollandsch Inlandsche School) Adabiyah, Padang dan tinggal bersama makciknya. Kemudian Natsir, dipindahkan o-rang tuanya ke HIS pemerintah di Solok dan tinggal di rumah Haji Musa, seorang saudagar. Di sini ia menerima cukup banyak ilmu. Pada malam hari ia belajar al-Qur’an, sedang paginya belajar di HIS. Tiga tahun kemudian ia dipindahkan ke HIS dan tinggal bersama kakaknya, Rabi’ah.<span id="more-230"></span> Pada 1923, ia meneruskan sekolah MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs/setingkat SMP sekarang) di Padang. Di situ ia menjadi anggota JIB (Johg Islamieten Bond) Padang dan bersentuhan langsung dengan gerakan perjuangan. Pada 1927, ia melanjutkan ke AMS (Algemene Middelbare School/ setingkat SMA sekarang) di Bandung. Ketika di MULO dan AMS itulah, la mendapat beasiswa dari pemerintah Belanda. Selama di AMS, ia sangat tertarik pada ilmu agama. Waktu luangnya digunakan untuk belajar agama di Persatuan Islam (Persis) dengan bimbingan pendiri dan pemimpinnya, Ustadz A. Hassan. Lulus AMS pada 1930. Prestasi yang diperolehnya memungkinkannya mendapat beasiswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.</p>
<p>Sejak di MULO, ia sudah mulai mengenal semangat perjuangan. la masuk menjadi anggota kepanduan JIB. Ia pernah menjabat ketua (1928-1932) di JIB cabang Bandung. Minatnya terhadap politik, perhatiannya atas nasib bangsa dan tekadnya untuk meluruskan kesalah pahaman umat akan ajaran agama, telah melibatkan dirinya dalam bidang politik dan dakwah. Hal itu pula yang membuat Natsir muda menolak setiap tawaran beasiswa dari pemerintah Belanda untuk meneruskan pendidikan Fakultas Hukum Jakarta, Fakultas Ekonomi Rotterdam Belanda atau menjadi pegawai pemerintah. Kegiatan politiknya terus berkembang setelah lebih jauh berkenalan dengan tokoh-tokoh gerakan politik seperti H.Agus Salim dan yang lainnya.</p>
<p>Karena kejujurannya dalam perjuangan, pada masa kemerdekaan ia di percaya menduduki jabatan-jabatan penting dalam pemerintahan Republik Indonesia. Kejujuran itu pula yang mengundang seorang seorang Indonesianis, George Mcturnan Kahin berkomentar untuk Natsir. “Dia (Natsir) tidak bakal berpakaian seperti seorang menteri, namun demikian, dia adalah seorang yang amat cakap dan penuh kejujuran; jadi kalau Anda hendak memahami apa yang sedang terjadi dalam republik, Anda sudah seharusnya berbicara dengannya.”</p>
<p>Ya, Natsir tak pernah berpenampilan seperti seorang menteri dalam pengertian modern. Ia selalu tampil dalam balutan busana sederhana, lengkap dengan peci dan sorban putih yang selalu ia lilitkan di lehernya.</p>
<p>Sejak 1932 sampai 1942, M. Natsir diangkat sabagai direktur Pendidikan Islam di Bandung sebagai Kepala Biro Pendidikan Kotamadya Bandung (Bandung Syiakusyo). Dari 1945 sampai 1946 sebagai anggota badan pekerja KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat) dan kemudian menjadi wakil ketua badan ini. Pada 1946 (Kabinet Sjahrir ke-2 dan ke-3) dan 1949 (Kebinet Hatta-1) ia menjadi Menteri Penerangan Rl. Dari 1949 sampai 1958 ia diangkat menjadi ketua umum Masyumi. Dalam Pemilu 1956 ia terpilih menjadi anggota DPR. Dari 1956 hingga 1958 ia menjadi anggota Konstituante Rl.</p>
<p>Pada 1950-1951 tokoh kita ini mendapat amanah menjadi Perdana Menteri. Hubungannya dengan Presiden Soekamo sempat merenggang selama penyelesaian Irian Barat. Puncaknya terjadi tetelah peristiwa Cikini, November 1957. Waktu itu sebuah granat diledakkan untuk membunuh Soekarno, namun tidak berhasil, dan menewaskan anak-anak sekolah, Meski Natsir tidak ada kaitan sama sekali dengan rencana itu, Soekarno menuduhnya berada di belakang aksi tersebut. Dalam situasi negara yang tidak menentu, Ketua Dewan Banteng Achmad Husein mengultimatum pemerintah, Djuanda agar mengundurkan diri. Pemerintah justru memecat Husein, Simbolon,dan beberapa perwira AD lainnya. Tak lama kemudian Kolonel Acmad Husein mengumumkan berdirinya PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia), dengan M. Natsir sebagai Perdana Menteri.</p>
<p>Setelah peristiwa Cikini, Natsir memang tidak hanya diisolasi, tapi juga terus diganggu, bersama koleganya yang lain, Sjafruddin Prawiranegara dan Burhanuddin Harahap. Akhirnya mereka hengkang ke Sumatera Barat. Ketika operasi Angkatan Darat terhadap PRRI pada 25 September 1961, Natsir ditangkap dan dipenjara, dengan tuduhan ikut terlibat PRRI. Sejak 1962 sampai 1966 ia ditahan di Rumah Tahanan Miter (RTM) Keagungan Jakarta.</p>
<p>Di awal rezim Orde Baru, Natsir dibebaskan, tapi ia tetap dilarang berpolitik. Walau demikian, aktifitasnya tidak terhenti, Natsir kemudian aktif pada organisasi Islam Internasional. Seperti pada Kongres Muslim Sedunia (World Moslem Congress) pada 1967 yang bermarkas di Karachi, sebagai wakil presiden. Pada 1969 ia menjadi anggota Rabitah af-Alam al-lslami (World Moslem League) di Mekah. Pada 1976 ia masuk anggota Dewan Masjid Sedunia (al-Majlis al-A’la al-’Alami li al-Masajid) yang bermarkas di Mekah. Sedangkan di Indonesia sejak 1967 sampai dengan masa tuanya, ia dipercaya menjadi ketua DDII (Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia).</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/faktaandalusia.wordpress.com/230/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/faktaandalusia.wordpress.com/230/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faktaandalusia.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faktaandalusia.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faktaandalusia.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faktaandalusia.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faktaandalusia.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faktaandalusia.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faktaandalusia.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faktaandalusia.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faktaandalusia.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faktaandalusia.wordpress.com/230/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faktaandalusia.wordpress.com&blog=1241117&post=230&subd=faktaandalusia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/10/mohammad-natsir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/040ed9978a1280d5b96d47461ece1494?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">AndaLuSia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ISA ANSHARI : Khutbah Perlawanan Menjelang Ajal</title>
		<link>http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/10/isa-anshari-khutbah-perlawanan-menjelang-ajal/</link>
		<comments>http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/10/isa-anshari-khutbah-perlawanan-menjelang-ajal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Aug 2007 06:45:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thoriqandalusia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fakta Andalusia]]></category>
		<category><![CDATA[Fakta Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/10/isa-anshari-khutbah-perlawanan-menjelang-ajal/</guid>
		<description><![CDATA[Ia bergelar Singa Podium. Dijuluki demikian karena kefasihan kemampuan berorasi mampu mengobarkan semangat setiap orang yang mendengarnya. Pemuda yang bertubuh pendek, gemuk dengan bahu yang agak bungkuk ini lahir di Maninjau, Sumatera Barat, 1 Juli 1916. Di usianya yang masih remaja, Isa Anshari telah terjun ke dunia politik. Di kota kelahirannya itu ia sudah menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faktaandalusia.wordpress.com&blog=1241117&post=229&subd=faktaandalusia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em><strong>Ia bergelar Singa Podium</strong></em>. Dijuluki demikian karena kefasihan kemampuan berorasi mampu mengobarkan semangat setiap orang yang mendengarnya. Pemuda yang bertubuh pendek, gemuk dengan bahu yang agak bungkuk ini lahir di Maninjau, Sumatera Barat, 1 Juli 1916. Di usianya yang masih remaja, Isa Anshari telah terjun ke dunia politik. Di kota kelahirannya itu ia sudah menjadi kader PSII dan aktif sebagai mubaligh Muhammadiyah. Seperti halnya para pemuda lainnya, Isa Anshari merantau ke pulau Jawa dan menetap di kota Bandung. Di kota Kembang inilah ia bertemu dengan Soekarno.<br />
<span id="more-229"></span>Selain dikenal sebagai pemuda yang taat beragama, aktivitas politiknya makin menggebu-gebu. Di usianya yang muda, ia telah memimpin beberapa organisasi, yaitu Ketua Persatuan Muslimin Indonesia Bandung, Pemimpin Persatuan Pemuda Rakyat Indonesia Bandung, Sekretaris Partai Islam Indonesia Bandung serta ikut mendirikan Muhammadiyah cabang Bandung. Dalam pergerakan itu, ia bergabung dengan kelompok pemuda yang disebut-sebut radikal, seperti M. Natsir. Aktivitasnya di Persis yang sempat dipimpinnya beberapa periode seakan-akan semakin tersemai subur. Ia juga menjadi anggota Indonesia Berparlemen, Sekretaris Umum Komite Pembela Islam dan pemimpin redaksi majalah Daulah Islamyah.</p>
<p>Satu hal yang mencolok dari tokoh yang pernah menjadi pembantu tetap Pelita Andalas dan Perbincangan ini adalah sikapnya yang tegas. Ia sering dinilai tidak bersikap kompromistis. Tidak mengherankan kalau Herbert Feith menyebutnya dengan figur politisi fundamentalis yang memiliki keyakinan teguh.</p>
<p>Oleh karena itu, pada zaman Jepang, ia telah mengomandoi gerakan Anti Fasis (Geraf), Biro Penerangan Pusat Tenaga Rakyat (Putera) Priangan, memimpin Angkatan Muda Indonesia dan mengorganisasi Majelis Islam yang membentuk kader-kader Islam.</p>
<p>KH. Isa Anshari adalah salah satu pilar yang membangun Persis. Pada tahun 1935-1960 ia sempat menjadi ketua umumnya. Selama memimpin Persis, perannya sangat menonjol. Ia selalu memberikan arahan dan warna bagi organisasi itu. Pidatonya selalu bergelora membuat pandangan yang mendengarkan selalu tertuju kepadanya. Bukan sekali dua kali ia ditegur oleh aparat keamanan karena “garangnya” pidato yang ia sampaikan.</p>
<p>Dalam hal tulis menulis analisisnya cukup tajam. Di antaranya hasil karyanya adalah Bahaya Merah Indonesia (1956), Barat dan Timur (1948), Islam Menentang Komunisme (1956), Tuntunan Puasa (1940), Umat Islam Menghadapi Pemilihan Umum (1953), dan lain-lain.</p>
<p>Dalam kancah politik, Masyumi menjadi ladangnya. Bagi para ulama kritis , berpolitik merupakan bagian tuntutan agama. Mereka selalu meneriakkan kebenaran walaupun pahit dirasakan. Bagi mereka, berpolitik adalah alat untuk mencapai cita-cita umat Islam. Di bawah bendera Masyumi, ia semakin memperkuat posisinya sebagai politisi. Tahun 1949, ia memimpin sebuah kongres Gerakan Muslimin Indonesia.</p>
<p>Keterlibatan KH. Isa Anshari dalam pentas politik membuat dia harus menghadapi risiko yang tidak kecil. Ketika terjadi razia terhadap orang-orang yang diisukan ingin membunuh presiden dan wakil presiden pada bulan Agustus 1951 oleh PM Sukiman Wirdjosandjoyo, KH. Isa Anshari ditangkap. Namun beberapa saat kemudian ia dilepaskan dan dinyatakan tidak bersalah.</p>
<p>Sepak terjangnya di bidang politik sempat menyedot perhatian massa. Di mana ia memberikan pidato, pasti dipenuhi massa yang ingin mendengarkan suaranya. Biasanya massa yang hadir bukan hanya partisipan Masyumi, tapi juga masyarakat umum.</p>
<p>Pada masa Soekarno, Masyumi menjadi salah satu lawan politik pemerintah yang terus digencet. Saat tragedi Permesta meledak (1958), banyak tokoh-tokoh yang diciduk. Termasuk KH. Isa Anshariyang saat itu berada di Madiun bersama Prawotomangkusasmito, M. Roem, M. Yunan Nasution dan EZ. Muttaqien serta beberapa tokoh lainnya.</p>
<p>Pada masa demokrasi parlementer, muncul beberapa konflik antar kelompok. Ada yang menginginkan Indonesia berideologi sekuler-nasionalis dengan dasar negara Pancasila. Di sisi lain ada yang menginginkan terbentuknya negara Islam, atau paling tidak negara yang berideologikan hukum-hukum Islam. Di tubuh Masyumi, cita-cita untuk membangun Negara Islam sangat subur. KH. Isa Anshari tetap menjadi juru bicara yang ulet bagi Masyumi. Namun sayang, keinginan mereka untuk mewujudkan Negara Islam gagal. Ketidakberhasilan ini disebabkan beberapa hal, di antaranya munculnya polarisasi mengenai bentuk dan konsep negara Islam itu sendiri.</p>
<p>Ada yang berpendapat bahwa aturan dan ajaran Islam harus terwujud lebih dahulu yang nantinya dengan sendiri akan terbentuk negara Islam. KH. Isa Anshari termasuk dalam kelompok ini. Di sisi lain ada yang berpendapat bahwa negara Islam harus di bentuk dahulu, baru kemudian diberi corak dan warna Islam. Di Luar itu, muncul kelompok yang lebih keras lagi. Maka meledaklah peristiwa DII/TII di Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Aceh serta gerakan Ibnu Hajar di Kalimantan. Gerakan-gerakan itu dapat dipadamkan oleh Soekarno.</p>
<p>Pada era berikutnya, KH. Isa Anshari terus berkecimpung dalam membangun umat. Di usianya yang kian lanjut, ia lebih banyak mengkader generasi muda. Ia tidak lagi menjadi pemimpin di organisasi yang membesarkannya, tapi cukup sebagai penasehat. Begitulah contoh seorang pemimpin yang mengetahui keadaannya. Kendati demikian ia tetap saja mendapat halangan. Ia sempat dijebloskan ke dalam penjara oleh Soekarno. Dari balik terali besi ia masih sempat mengirimkan tulisan-tulisan ke para sahabatnya.</p>
<p>KH. Isa Anshari tidak mengenal lelah. Menjelang akhir akhir hayatnya ia tetap bekerja untuk umatnya. Pada 11 Desember 1969 atau sehari setelah Hari Raya Idul Fitri 1369 H ia meninggal dunia, di RS Muhammadiyah Bandung. Sehari sebelumnya ia menyatakan bersedia memberikan khutbah Idul Fitri, namun takdir berkehendak lain. Naskah khutbah itu sempat diketiknya dua halaman, dan tak sempat terbacakan</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/faktaandalusia.wordpress.com/229/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/faktaandalusia.wordpress.com/229/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faktaandalusia.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faktaandalusia.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faktaandalusia.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faktaandalusia.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faktaandalusia.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faktaandalusia.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faktaandalusia.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faktaandalusia.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faktaandalusia.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faktaandalusia.wordpress.com/229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faktaandalusia.wordpress.com&blog=1241117&post=229&subd=faktaandalusia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/10/isa-anshari-khutbah-perlawanan-menjelang-ajal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/040ed9978a1280d5b96d47461ece1494?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">AndaLuSia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Serambi Makkah Jantung Indonesia</title>
		<link>http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/10/serambi-makkah-jantung-indonesia/</link>
		<comments>http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/10/serambi-makkah-jantung-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Aug 2007 06:43:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thoriqandalusia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fakta Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Fakta Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/10/serambi-makkah-jantung-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[“Udep sare mate syahid.” Itulah slogan yang pernah hidup dalam sanubari rakyat  yang hidup di Aceh. Sejarah perlawanan terhadap berbagai bentuk penjajahan di  daerah yang mendapat julukan “Serambi Makkah” itu adalah sekeping dari cerita  perjalanan anak bangsa muslim yang bernama Indonesia. Islam yang menggelora di  dada tercermin dari sikap patriotik yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faktaandalusia.wordpress.com&blog=1241117&post=228&subd=faktaandalusia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>“Udep sare mate syahid.” Itulah slogan yang pernah hidup dalam sanubari rakyat  yang hidup di Aceh. Sejarah perlawanan terhadap berbagai bentuk penjajahan di  daerah yang mendapat julukan “Serambi Makkah” itu adalah sekeping dari cerita  perjalanan anak bangsa muslim yang bernama Indonesia. Islam yang menggelora di  dada tercermin dari sikap patriotik yang mereka tampilkan. Perlawanan demi  perlawanan senantiasa ditampakkan guna mengusung sebuah misi suci yaitu hidup  mulia atau mati syahid. Dalam sejarah perjalanan bangsa, Aceh menjadi kawasan  dalam lingkungan besar Nusantara yang mampu memelihara identitas. Aceh juga  memiliki sejarah kepribadian kolektifnya yang relatif jauh lebih tinggi, lebih  kuat, serta paling sedikit “ter-Belanda-kan” daripada daerah-daerah lain. Dan  itulah sebabnya, mengapa orang Belanda sekelas Van de Vier menyebutkan bahwa  “orang Aceh dapat dibunuh, tetapi tak dapat ditaklukkan” (Aceh Orloog/Perang  Aceh).<br />
<span id="more-228"></span>Kilas balik perlawanan orang Aceh dapat ditelusuri dalam buku-buku  sejarah, baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia, Inggris, Belanda, maupun  Perancis. Sejarah mencatat bahwa peperangan melawan kolonialisme dan  imperialisme (1873-1942) telah memaksa Aceh melakukan perlawanan sengit. Bahkan  mendongkrak semangat kaum wanitanya untuk tampil ke garda terdepan. Dengan  perkasa membela kehormatan sekaligus menggencarkan penyerangan terhadap musuh  yang datang pada saat bersamaan. Semangat juang tersebut lahir dari sebuah  keyakinan bahwa semua itu pilihan perang sabilillah. Berperang demi kehormatan  bangsa dan agama. Menampik setiap tawaran kompromi dan hanya mengenal pilihan  membunuh atau dibunuh ketika berhadapan dengan para penjajah.</p>
<p>Babak baru  sejarah Aceh dimulai sejak Islam singgah di bumi ujung Barat Sumatera. Saat itu  dikenal adanya kerajaan-kerajaan Islam seperti Kerajaan Islam Peureulak (840  M/225 H), Kerajaan Islam Samudera Pasai (560 H/1166 M), Kerajaan Tamiang, Pedir  dan Meureuhom Daya. Kemudian, oleh Sultan Alauddin Johansyah Berdaulat (601  H/1205 M) Aceh disatukan menjadi Kerajaan Aceh Darussalam dengan ibukota Bandar  Aceh Darussalam yang bergelar Kutaraja.</p>
<p>Kerajaan Aceh Darussalam inilah  yang memperluas penaklukannya ke negeri-negeri Melayu sampai ke Semenanjung  Malaka yang pada abad kelima, Aceh menjadi Kerajaan Islam terbesar di Nusantara  dan kelima terbesar di dunia. Sang penakluk itu bernama Sultan Alauddin al  Kahhar dan dilanjutkan oleh Sultan Iskandar Muda Meukuta Alam. Penaklukan yang  dilakukan Aceh bukan untuk menjajah suku bangsa lain, tetapi untuk melindungi  mereka dari penjajahan Portugis (A Hasjmy; Hikayat Perang Sabil Menjiwai Perang  Aceh Melawan Belanda. Jakarta: Bulan Bintang 1997).</p>
<p>Pada masa jayanya,  Aceh sudah menjalin hubungan dagang dan diplomatik dengan negara-negara  tetangga, Timur Tengah dan Eropa. Antara lain dengan Kerajaan Demak, Kerajaan  Pattani, Kerajaan Brunei Darussalam, Turki Utsmani, Inggris, Belanda dan  Amerika. Kerajaan Aceh Darussalam memiliki hukum sendiri, yakni “Kaneun Meukuta  Alam” yang berdasarkan Syariah Islam. Dengan hukum tersebut rakyat yang bernaung  dalam Kerajaan Aceh Darussalam mendapat keadilan hukum. Karena itulah, banyak  wilayah penaklukan yang merasa senang bergabung dengan Aceh. Seandainya tidak  ada hasutan dari pihak kolonial, boleh jadi daerah taklukan tidak melepaskan  diri dari Kerajaan Aceh Darussalam.</p>
<p>Ketika kerajaan-kerajaan Islam di  Nusantara sudah ditaklukkan kolonial Barat, Aceh masih berdaulat sampai akhir  abad ke-18. Bangsa kolonial, baik Portugis, Inggris, maupun Belanda bukannya  tidak berambisi menaklukkan Aceh, tetapi mereka gentar kepada keunggulan  Angkatan Laut Aceh yang menguasai perairan Selat Malaka dan Lautan Hindia. Saat  itu Angkatan Laut Aceh memiliki armada yang tangguh berkat bantuan senjata dan  kapal perang dari Turki Utsmani. Salah satu yang terkenal itu adalah Laksamana  Malahayati.</p>
<p>Malahayati, Cut Nyak Dhien, Cut Muetia, dan Pocut Meurah  Intan merupakan deretan nama yang menjadi simbol perjuangan kaum perempuan  (inong) di Aceh. Mereka terdiri dari kalangan muda, tua maupun janda juga  terlibat dalam kancah perjuangan. Begitupun mereka berusaha sekuat mungkin agar  perjuangan tidak menghilangkan kodrat kewanitaan. Sebagai wanita yang harus  mengandung dan melahirkan tetap dijalani dalam sebuah peperangan. Terkadang  harus melaluinya dalam kondisi antara dua peperangan. Kebanyakan berjuang  bersama-sama suaminya. Dengan tangan yang kecil mungil lincah memainkan kelewang  dan rencong menjadi senjata dahsyat di hadapan lawan, di samping terus menimang  bayinya seraya bersenandung semangat perjuangan. Memompakan semangat jihad  dengan syair yang indah:</p>
<p>Allah hai do kudaidang<br />
Seulayang blang  kaputoh taloe<br />
Beu rayek sinyak rijang-rijang<br />
Jak meuprang bela nanggroe</p>
<p>timang anakku timang<br />
layang-layang sawah putus benang<br />
cepat besar  anakku sayang<br />
pergi berperang bela negara</p>
<p>Tidaklah berlebihan apabila  H.C. Zentgraaff, seorang penulis dan wartawan Belanda yang terkenal dan banyak  menulis tentang sejarah perang melawan Belanda di Aceh mengatakan bahwa para  wanitalah yang merupakan “de leidster van het verzet” (pemimpin perlawanan)  terhadap Belanda dalam perang yang terkenal tersebut. Bahkan sejarah Aceh  mengenal “Grandes Dames” (wanita-wanita agung) yang memegang peranan penting  dalam politik maupun peperangan baik dalam posisinya menjadi sultaniah atau  sebagai istri orang-orang yang terkemuka dan berpengaruh.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/faktaandalusia.wordpress.com/228/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/faktaandalusia.wordpress.com/228/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faktaandalusia.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faktaandalusia.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faktaandalusia.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faktaandalusia.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faktaandalusia.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faktaandalusia.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faktaandalusia.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faktaandalusia.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faktaandalusia.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faktaandalusia.wordpress.com/228/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faktaandalusia.wordpress.com&blog=1241117&post=228&subd=faktaandalusia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/10/serambi-makkah-jantung-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/040ed9978a1280d5b96d47461ece1494?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">AndaLuSia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Awal Islam Nusa Tenggara</title>
		<link>http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/10/sejarah-awal-islam-nusa-tenggara/</link>
		<comments>http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/10/sejarah-awal-islam-nusa-tenggara/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Aug 2007 06:42:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thoriqandalusia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fakta Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/10/sejarah-awal-islam-nusa-tenggara/</guid>
		<description><![CDATA[Islam masuk ke wilayah Nusa Tenggara bisa dibilang  sejak awal abad ke-16. Hubungan Sumbawa yang baik dengan Kerajaan Makassar  membuat Islam turut berlayar pula ke Nusa Tenggara. Sampai kini jejak Islam bisa  dilacak dengan meneliti makam seorang mubaligh asal Makassar yang terletak di  kota Bima. Begitu juga dengan makam Sultan Bima [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faktaandalusia.wordpress.com&blog=1241117&post=227&subd=faktaandalusia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Islam masuk ke wilayah Nusa Tenggara bisa dibilang  sejak awal abad ke-16. Hubungan Sumbawa yang baik dengan Kerajaan Makassar  membuat Islam turut berlayar pula ke Nusa Tenggara. Sampai kini jejak Islam bisa  dilacak dengan meneliti makam seorang mubaligh asal Makassar yang terletak di  kota Bima. Begitu juga dengan makam Sultan Bima yang pertama kali memeluk Islam.  Bisa disebut, seluruh penduduk Bima adalah para Muslim sejak mula.<span id="more-227"></span>Selain  Sumbawa, Islam juga masuk ke Lombok. Orang-orang Bugis datang ke Lombok dari  Sumbawa dan mengajarkan Islam di sana. Hingga kini, beberapa kata di suku-suku  Lombok banyak kesamaannya dengan bahasa Bugis.</p>
<p>Dengan data dan  perjalanan Islam di atas, sesungguhnya bisa ditarik kesimpula, bahwa Indonesia  adalah negeri Islam. Bahkan, lebih jauh lagi, jika dikaitkan dengan peran Islam  di berbagai kerajaan tersebut di atas, Indonesia telah memiliki cikal bakal atau  embrio untuk membangun dan menjadi sebuah negara Islam.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/faktaandalusia.wordpress.com/227/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/faktaandalusia.wordpress.com/227/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faktaandalusia.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faktaandalusia.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faktaandalusia.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faktaandalusia.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faktaandalusia.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faktaandalusia.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faktaandalusia.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faktaandalusia.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faktaandalusia.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faktaandalusia.wordpress.com/227/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faktaandalusia.wordpress.com&blog=1241117&post=227&subd=faktaandalusia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/10/sejarah-awal-islam-nusa-tenggara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/040ed9978a1280d5b96d47461ece1494?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">AndaLuSia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Awal Islam Maluku &amp; Papua</title>
		<link>http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/10/sejarah-awal-islam-maluku-papua/</link>
		<comments>http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/10/sejarah-awal-islam-maluku-papua/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Aug 2007 06:41:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thoriqandalusia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fakta Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/10/sejarah-awal-islam-maluku-papua/</guid>
		<description><![CDATA[Islam Maluku
Kepulauan Maluku yang terkenal kaya dengan hasil bumi  yang melimpah membuat wilayah ini sejak zaman antik dikenal dan dikunjungi para  pedagang seantero dunia. Karena status itu pula Islam lebih dulu mampir ke  Maluku sebelum datang ke Makassar dan kepulauan-kepulauan  lainnya.
Kerajaan Ternate adalah kerajaan terbesar di kepulauan ini.  Islam masuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faktaandalusia.wordpress.com&blog=1241117&post=226&subd=faktaandalusia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Islam Maluku</strong><br />
Kepulauan Maluku yang terkenal kaya dengan hasil bumi  yang melimpah membuat wilayah ini sejak zaman antik dikenal dan dikunjungi para  pedagang seantero dunia. Karena status itu pula Islam lebih dulu mampir ke  Maluku sebelum datang ke Makassar dan kepulauan-kepulauan  lainnya.</p>
<p>Kerajaan Ternate adalah kerajaan terbesar di kepulauan ini.  Islam masuk ke wilayah ini sejak tahun 1440. Sehingga, saat Portugis mengunjungi  Ternate pada tahun 1512, raja ternate adalah seorang Muslim, yakni Bayang Ullah.  Kerajaan lain yang juga menjadi representasi Islam di kepulauan ini adalah  Kerajaan Tidore yang wilayah teritorialnya cukup luas meliputi sebagian wilayah  Halmahera, pesisir Barat kepulauan Papua dan sebagian kepulauan Seram.  <span id="more-226"></span>Ada juga Kerajaan Bacan. Raja Bacan pertama yang memeluk Islam adalah  Raja Zainulabidin yang bersyahadat pada tahun 1521. Di tahun yang sama berdiri  pula Kerajaan Jailolo yang juga dipengaruhi oleh ajaran-ajaran Islam dalam  pemerintahannya.</p>
<p><strong>Islam Papua</strong><br />
Beberapa kerajaan di kepulauan  Maluku yang wilayah teritorialnya sampai di pulau Papua menjadikan Islam masuk  pula di pulau Cendrawasih ini. Banyak kepala-kepala suku di wilayah Waigeo,  Misool dan beberapa daerah lain yang di bawah administrasi pemerintahan kerajaan  Bacan. Pada periode ini pula, berkat dakwah yang dilakukan kerajaan Bacan,  banyak kepala-kepala suku di Pulau Papua memeluk Islam. Namun, dibanding wilayah  lain, perkembangan Islam di pulau hitam ini bisa dibilang tak terlalu besar.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/faktaandalusia.wordpress.com/226/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/faktaandalusia.wordpress.com/226/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faktaandalusia.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faktaandalusia.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faktaandalusia.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faktaandalusia.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faktaandalusia.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faktaandalusia.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faktaandalusia.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faktaandalusia.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faktaandalusia.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faktaandalusia.wordpress.com/226/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faktaandalusia.wordpress.com&blog=1241117&post=226&subd=faktaandalusia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/10/sejarah-awal-islam-maluku-papua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/040ed9978a1280d5b96d47461ece1494?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">AndaLuSia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Awal Islam Sulawesi</title>
		<link>http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/09/sejarah-awal-islam-sulawesi/</link>
		<comments>http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/09/sejarah-awal-islam-sulawesi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Aug 2007 08:55:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thoriqandalusia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fakta Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/09/sejarah-awal-islam-sulawesi/</guid>
		<description><![CDATA[Ribuan pulau yang ada di Indonesia, sejak lama telah  menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Baik atas motivasi ekonomi maupun  motivasi politik dan kepentingan kerajaan. Hubungan ini pula yang mengantar  dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. Menurut catatan company  dagang Portugis yang datang pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faktaandalusia.wordpress.com&blog=1241117&post=225&subd=faktaandalusia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ribuan pulau yang ada di Indonesia, sejak lama telah  menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Baik atas motivasi ekonomi maupun  motivasi politik dan kepentingan kerajaan. Hubungan ini pula yang mengantar  dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. Menurut catatan company  dagang Portugis yang datang pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi, di tanah  ini sudah bisa ditemui pemukiman Muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu  besar, namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan  Goa yang beribu negeri di Makassar.<span id="more-225"></span></p>
<p>Raja Goa pertama yang memeluk Islam  adalah Sultan Alaidin al Awwal dan Perdana Menteri atau Wazir besarnya, Karaeng  Matopa pada tahun 1603. Sebelumnya, dakwah Islam telah sampai pula pada ayahanda  Sultan Alaidin yang bernama Tonigallo dari Sultan Ternate yang lebih dulu  memeluk Islam. Namun Tonigallo khawatir jika ia memeluk Islam, ia merasa  kerajaannya akan di bawah pengaruh kerajaan Ternate.</p>
<p>Beberapa ulama  Kerajaan Goa di masa Sultan Alaidin begitu terkenal karena pemahaman dan  aktivitas dakwah mereka. Mereka adalah Khatib Tunggal, Datuk ri Bandang, datuk  Patimang dan Datuk ri Tiro. Dapat diketahui dan dilacak dari nama para ulama di  atas, yang bergelar datuk-datuk adalah para ulama dan mubaligh asal Minangkabau  yang menyebarkan Islam ke Makassar.</p>
<p>Pusat-pusat dakwah yang dibangun oleh  Kerajaan Goa inilah yang melanjutkan perjalanan ke wilayah lain sampai ke  Kerajaan Bugis, Wajo Sopeng, Sidenreng, Tanette, Luwu dan Paloppo.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/faktaandalusia.wordpress.com/225/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/faktaandalusia.wordpress.com/225/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faktaandalusia.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faktaandalusia.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faktaandalusia.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faktaandalusia.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faktaandalusia.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faktaandalusia.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faktaandalusia.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faktaandalusia.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faktaandalusia.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faktaandalusia.wordpress.com/225/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faktaandalusia.wordpress.com&blog=1241117&post=225&subd=faktaandalusia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/09/sejarah-awal-islam-sulawesi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/040ed9978a1280d5b96d47461ece1494?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">AndaLuSia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Awal Islam Kalimantan</title>
		<link>http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/09/sejarah-awal-islam-kalimantan/</link>
		<comments>http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/09/sejarah-awal-islam-kalimantan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Aug 2007 08:40:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thoriqandalusia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fakta Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/09/sejarah-awal-islam-kalimantan/</guid>
		<description><![CDATA[Para ulama awal yang berdakwah di Sumatera dan Jawa melahirkan kader-kader  dakwah yang terus menerus mengalir. Islam masuk ke Kalimantan atau yang lebih  dikenal dengan Borneo kala itu. Di pulau ini, ajaran Islam masuk dari dua  pintu.
Jalur pertama yang membawa Islam masuk ke tanah Borneo adalah  jalur Malaka yang dikenal sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faktaandalusia.wordpress.com&blog=1241117&post=224&subd=faktaandalusia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Para ulama awal yang berdakwah di Sumatera dan Jawa melahirkan kader-kader  dakwah yang terus menerus mengalir. Islam masuk ke Kalimantan atau yang lebih  dikenal dengan Borneo kala itu. Di pulau ini, ajaran Islam masuk dari dua  pintu.</p>
<p>Jalur pertama yang membawa Islam masuk ke tanah Borneo adalah  jalur Malaka yang dikenal sebagai Kerajaan Islam setelah Perlak dan Pasai.  Jatuhnya Malaka ke tangan penjajah Portugis kian membuat dakwah semakin  menyebar. Para mubaligh-mubaligh dan komunitas Islam kebanyakan mendiami pesisir  Barat Kalimantan.</p>
<p>Jalur lain yang digunakan menyebarkan dakwah Islam  adalah para mubaligh yang dikirim dari Tanah Jawa. Ekspedisi dakwah ke  Kalimantan ini menemui puncaknya saat Kerajaan Demak berdiri. Demak mengirimkan  banyak mubaligh ke negeri ini. Perjalanan dakwah pula yang akhirnya melahirkan  Kerajaan Islam Banjar dengan ulama-ulamanya yang besar, salah satunya adalah  Syekh Muhammad Arsyad al Banjari. (Baca: Empat Sekawan Ulama Besar)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/faktaandalusia.wordpress.com/224/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/faktaandalusia.wordpress.com/224/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faktaandalusia.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faktaandalusia.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faktaandalusia.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faktaandalusia.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faktaandalusia.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faktaandalusia.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faktaandalusia.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faktaandalusia.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faktaandalusia.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faktaandalusia.wordpress.com/224/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faktaandalusia.wordpress.com&blog=1241117&post=224&subd=faktaandalusia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/09/sejarah-awal-islam-kalimantan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/040ed9978a1280d5b96d47461ece1494?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">AndaLuSia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fakta Islam Indonesia</title>
		<link>http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/08/fakta-islam-indonesia/</link>
		<comments>http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/08/fakta-islam-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Aug 2007 10:37:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thoriqandalusia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fakta Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/08/fakta-islam-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Melacak sejarah masuknya Islam ke Indonesia bukanlah urusan mudah. Tak banyak  jejak yang bisa dilacak. Ada beberapa pertanyaan awal yang bisa diajukan untuk  menelusuri kedatangan Islam di Indonesia. Beberapa pertanyaan itu adalah,  darimana Islam datang? Siapa yang membawanya dan kapan kedatangannya?Ada beberapa teori yang hingga kini masih sering dibahas, baik oleh  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faktaandalusia.wordpress.com&blog=1241117&post=222&subd=faktaandalusia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em><strong>Melacak sejarah masuknya Islam ke Indonesia bukanlah urusan mudah. Tak banyak  jejak yang bisa dilacak. Ada beberapa pertanyaan awal yang bisa diajukan untuk  menelusuri kedatangan Islam di Indonesia. Beberapa pertanyaan itu adalah,  darimana Islam datang? Siapa yang membawanya dan kapan kedatangannya?</strong></em><span id="more-222"></span>Ada beberapa teori yang hingga kini masih sering dibahas, baik oleh  sarjana-sarjana Barat maupun kalangan intelektual Islam sendiri. Setidaknya ada  tiga teori yang menjelaskan kedatangan Islam ke Timur Jauh termasuk ke  Nusantara. Teori pertama diusung oleh Snouck Hurgronje yang mengatakan Islam  masuk ke Indonesia dari wilayah-wilayah di anak benua India. Tempat-tempat  seperti Gujarat, Bengali dan Malabar disebut sebagai asal masuknya Islam di  Nusantara.</p>
<p>Dalam L’arabie et les Indes Neerlandaises, Snouck mengatakan  teori tersebut didasarkan pada pengamatan tidak terlihatnya peran dan  nilai-nilai Arab yang ada dalam Islam pada masa-masa awal, yakni pada abad ke-12  atau 13. Snouck juga mengatakan, teorinya didukung dengan hubungan yang sudah  terjalin lama antara wilayah Nusantara dengan daratan India.</p>
<p>Sebetulnya,  teori ini dimunculkan pertama kali oleh Pijnappel, seorang sarjana dari  Universitas Leiden. Namun, nama Snouck Hurgronje yang paling besar memasarkan  teori Gujarat ini. Salah satu alasannya adalah, karena Snouck dipandang sebagai  sosok yang mendalami Islam. Teori ini diikuti dan dikembangkan oleh banyak  sarjana Barat lainnya.<br />
Teori kedua, adalah Teori Persia. Tanah Persia  disebut-sebut sebagai tempat awal Islam datang di Nusantara. Teori ini  berdasarkan kesamaan budaya yang dimiliki oleh beberapa kelompok masyarakat  Islam dengan penduduk Persia. Misalnya saja tentang peringatan 10 Muharam yang  dijadikan sebagai hari peringatan wafatnya Hasan dan Husein, cucu Rasulullah.  Selain itu, di beberapa tempat di Sumatera Barat ada pula tradisi Tabut, yang  berarti keranda, juga untuk memperingati Hasan dan Husein. Ada pula pendukung  lain dari teori ini yakni beberapa serapan bahasa yang diyakini datang dari  Iran. Misalnya jabar dari zabar, jer dari ze-er dan beberapa yang  lainnya.</p>
<p>Teori ini menyakini Islam masuk ke wilayah Nusantara pada abad  ke-13. Dan wilayah pertama yang dijamah adalah Samudera Pasai.</p>
<p>Kedua  teori di atas mendatang kritikan yang cukup signifikan dari teori ketiga, yakni  Teori Arabia. Dalam teori ini disebutkan, bahwa Islam yang masuk ke Indonesia  datang langsung dari Makkah atau Madinah. Waktu kedatangannya pun bukan pada  abad ke-12 atau 13, melainkan pada awal abad ke-7. Artinya, menurut teori ini,  Islam masuk ke Indonesia pada awal abad hijriah, bahkan pada masa khulafaur  rasyidin memerintah. Islam sudah mulai ekspidesinya ke Nusantara ketika sahabat  Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib memegang  kendali sebagai amirul mukminin.</p>
<p>Bahkan sumber-sumber literatur Cina  menyebutkan, menjelang seperempat abad ke-7, sudah berdiri perkampungan Arab  Muslim di pesisir pantai Sumatera. Di perkampungan-perkampungan ini diberitakan,  orang-orang Arab bermukim dan menikah dengan penduduk lokal dan membentuk  komunitas-komunitas Muslim.</p>
<p>Dalam kitab sejarah Cina yang berjudul Chiu  T’hang Shu disebutkan pernah mendapat kunjungan diplomatik dari orang-o-rang Ta  Shih, sebutan untuk orang Arab, pada tahun tahun 651 Masehi atau 31 Hijirah.  Empat tahun kemudian, dinasti yang sama kedatangan duta yang dikirim oleh Tan mi  mo ni’. Tan mi mo ni’ adalah sebutan untuk Amirul Mukminin.</p>
<p>Dalam catatan  tersebut, duta Tan mi mo ni’ menyebutkan bahwa mereka telah mendirikan Daulah  Islamiyah dan sudah tiga kali berganti kepemimpinan. Artinya, duta Muslim  tersebut datang pada masa kepemimpinan Utsman bin Affan.</p>
<p>Biasanya, para  pengembara Arab ini tak hanya berlayar sampai di Cina saja, tapi juga terus  menjelajah sampai di Timur Jauh, termasuk Indonesia. Jauh sebelum penjelajah  dari Eropa punya kemampuan mengarungi dunia, terlebih dulu pelayar-pelayar dari  Arab dan Timur Tengah sudah mampu melayari rute dunia dengan intensitas yang  cukup padat. Ini adalah rute pelayaran paling panjang yang pernah ada sebelum  abad 16.</p>
<p>Hal ini juga bisa dilacak dari catatan para peziarah Budha Cina  yang kerap kali menumpang kapal-kapal ekspedisi milik orang-orang Arab sejak  menjelang abad ke-7 untuk pergi ke India. Bahkan pada era yang lebih belakangan,  pengembara Arab yang masyhur, Ibnu Bathutah mencatat perjalanannya ke beberapa  wilayah Nusantara. Tapi sayangnya, tak dijelaskan dalam catatan Ibnu Bathutah  daerah-daerah mana saja yang pernah ia kunjungi.</p>
<p>Kian tahun, kian  bertambah duta-duta dari Timur Tengah yang datang ke wilayah Nusantara. Pada  masa Dinasti Umayyah, ada sebanyak 17 duta Muslim yang datang ke Cina. Pada  Dinasti Abbasiyah dikirim 18 duta ke negeri Cina. Bahkan pada pertengahan abad  ke-7 sudah berdiri beberapa perkampungan Muslim di Kanfu atau  Kanton.</p>
<p>Tentu saja, tak hanya ke negeri Cina perjalanan dilakukan.  Beberapa catatan menyebutkan duta-duta Muslim juga mengunjungi Zabaj atau  Sribuza atau yang lebih kita kenal dengan Kerajaan Sriwijaya. Hal ini sangat  bisa diterima karena zaman itu adalah masa-masa keemasan Kerajaan Sriwijaya.  Tidak ada satu ekspedisi yang akan menuju ke Cina tanpa melawat terlebih dulu ke  Sriwijaya.</p>
<p>Sebuah literatur kuno Arab yang berjudul Aja’ib al Hind yang  ditulis oleh Buzurg bin Shahriyar al Ramhurmuzi pada tahun 1000 memberikan  gambaran bahwa ada perkampungan-perkampungan Muslim yang terbangun di wilayah  Kerajaan Sriwijaya. Hubungan Sriwijaya dengan kekhalifahan Islam di Timur Tengah  terus berlanjut hingga di masa khalifah Umar bin Abdul Azis. Ibn Abd Al Rabbih  dalam karyanya Al Iqd al Farid yang dikutip oleh Azyumardi Azra dalam bukunya  Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII  menyebutkan ada proses korespondensi yang berlangsung antara raja Sriwijaya kala  itu Sri Indravarman dengan khalifah yang terkenal adil tersebut.</p>
<p>“Dari  Raja di Raja [Malik al Amlak] yang adalah keturunan seribu raja; yang istrinya  juga cucu seribu raja; yang di dalam kandang binatangnya terdapat seribu gajah;  yang di wilayahnya terdapat dua sungai yang mengairi pohon gaharu, bumbu-bumbu  wewangian, pala dan kapur barus yang semerbak wanginya hingga menjangkau jarak  12 mil; kepada Raja Arab yang tidak menyekutukan tuhan-tuhan lain dengan Tuhan.  Saya telah mengirimkan kepada Anda hadiah, yang sebenarnya merupakan hadiah yang  tak begitu banyak, tetapi sekadar tanda persahabatan. Saya ingin Anda  mengirimkan kepada saya seseorang yang dapat mengajarkan Islam kepada saya dan  menjelaskan kepada saya tentang hukum-hukumnya,” demikian antara lain bunyi  surat Raja Sriwijaya Sri Indravarman kepada Khalifah Umar bin Abdul Azis.  Diperkirakan hubungan diplomatik antara kedua pemimpin wilayah ini berlangsung  pada tahun 100 hijriah atau 718 masehi.</p>
<p>Tak dapat diketahui apakah  selanjutnya Sri Indravarman memeluk Islam atau tidak. Tapi hubungan antara  Sriwijaya Dan pemerintahan Islam di Arab menjadi penanda babak baru Islam di  Indonesia. Jika awalnya Islam masuk memainkan peranan hubungan ekonomi dan  dagang, maka kini telah berkembang menjadi hubungan politik keagamaan. Dan pada  kurun waktu ini pula Islam mengawali kiprahnya memasuki kehidupan raja-raja dan  kekuasaan di wilayah-wilayah Nusantara.</p>
<p>Pada awal abad ke-12, Sriwijaya  mengalami masalah serius yang berakibat pada kemunduran kerajaan. Kemunduran  Sriwijaya ini pula yang berpengaruh pada perkembangan Islam di Nusantara.  Kemerosotan ekonomi ini pula yang membuat Sriwijaya menaikkan upeti kepada  kapal-kapal asing yang memasuki wilayahnya. Dan hal ini mengubah arus  perdagangan yang telah berperan dalam penyebaran Islam.</p>
<p>Selain Sabaj  atau Sribuza atau juga Sriwijaya disebut-sebut telah dijamah oleh dakwah Islam,  daerah-daerah lain di Pulau Sumatera seperti Aceh dan Minangkabau menjadi lahan  dakwah. Bahkan di Minangkabau ada tambo yang mengisahkan tentang alam  Minangkabau yang tercipta dari Nur Muhammad. Ini adalah salah satu jejak Islam  yang berakar sejak mula masuk ke Nusantara.</p>
<p>Di saat-saat itulah, Islam  telah memainkan peran penting di ujung Pulau Sumatera. Kerajaan Samudera Pasai  menjadi kerajaan Islam pertama yang dikenal dalam sejarah. Namun ada pendapat  lain dari Prof. Ali Hasjmy dalam makalahnya pada Seminar Sejarah Masuk dan  Berkembangnya Islam di Aceh yang digelar pada tahun 1978. Menurut Ali Hasjmy,  kerajaan Islam pertama adalah Kerajaan Perlak.</p>
<p>Masih banyak perdebatan  memang, tentang hal ini. Tapi apapun, pada periode inilah Islam telah memegang  peranan yang signifikan dalam sebuah kekuasaan. Pada periode ini pula hubungan  antara Aceh dan kilafah Islam di Arab kian erat.</p>
<p>Selain pada pedagang,  sebetulnya Islam juga didakwahkan oleh para ulama yang memang berniat datang dan  mengajarkan ajaran tauhid. Tidak saja para ulama dan pedagang yang datang ke  Indonesia, tapi orang-orang Indonesia sendiri banyak pula yang hendak mendalami  Islam dan datang langsung ke sumbernya, di Makkah atau Madinah. Kapal-kapal dan  ekspedisi dari Aceh, terus berlayar menuju Timur Tengah pada awal abad ke-16.  Bahkan pada tahun 974 hijriah atau 1566 masehi dilaporkan, ada lima kapal dari  Kerajaan Asyi (Aceh) yang berlabuh di bandar pelabuhan Jeddah.</p>
<p>Ukhuwah  yang erat antara Aceh dan kekhalifahan Islam itu pula yang membuat Aceh mendapat  sebutan Serambi Makkah. Puncak hubungan baik antara Aceh dan pemerintahan Islam  terjadi pada masa Khalifah Utsmaniyah. Tidak saja dalam hubungan dagang dan  keagamaan, tapi juga hubungan politik dan militer telah dibangun pada masa ini.  Hubungan ini pula yang membuat angkatan perang Utsmani membantu mengusir  Portugis dari pantai Pasai yang dikuasai sejak tahun 1521. Bahkan, pada  tahun-tahun sebelumnya Portugis juga sempat digemparkan dengan kabar  pemerintahan Utsmani yang akan mengirim angkatan perangnya untuk membebaskan  Kerajaan Islam Malaka dari cengkeraman penjajah. Pemerintahan Utsmani juga  pernah membantu mengusir Parangi (Portugis) dari perairan yang akan dilalui  Muslim Aceh yang hendak menunaikan ibadah haji di tanah suci.</p>
<p>Selain di  Pulau Sumatera, dakwah Islam juga dilakukan dalam waktu yang bersamaan di Pulau  Jawa. Prof. Hamka dalam Sejarah Umat Islam mengungkapkan, pada tahun 674 sampai  675 masehi duta dari orang-orang Ta Shih (Arab) untuk Cina yang tak lain adalah  sahabat Rasulullah sendiri Muawiyah bin Abu Sofyan, diam-diam meneruskan  perjalanan hingga ke Pulau Jawa. Muawiyah yang juga pendiri Daulat Umayyah ini  menyamar sebagai pedagang dan menyelidiki kondisi tanah Jawa kala itu. Ekspedisi  ini mendatangi Kerajaan Kalingga dan melakukan pengamatan. Maka, bisa dibilang  Islam merambah tanah Jawa pada abad awal perhitungan hijriah.</p>
<p>Jika  demikian, maka tak heran pula jika tanah Jawa menjadi kekuatan Islam yang cukup  besar dengan Kerajaan Giri, Demak, Pajang, Mataram, bahkan hingga Banten dan  Cirebon. Proses dakwah yang panjang, yang salah satunya dilakukan oleh Wali  Songo atau Sembilan Wali adalah rangkaian kerja sejak kegiatan observasi yang  pernah dilakukan oleh sahabat Muawiyah bin Abu Sofyan.</p>
<p>Peranan Wali  Songo dalam perjalanan Kerajaan-kerajaan Islam di Jawa sangatlah tidak bisa  dipisahkan. Jika boleh disebut, merekalah yang menyiapkan pondasi-pondasi yang  kuat dimana akan dibangun pemerintahan Islam yang berbentuk kerajaan. Kerajaan  Islam di tanah Jawa yang paling terkenal memang adalah Kerajaan Demak. Namun,  keberadaan Giri tak bisa dilepaskan dari sejarah kekuasaan Islam tanah  Jawa.</p>
<p>Sebelum Demak berdiri, Raden Paku yang berjuluk Sunan Giri atau  yang nama aslinya Maulana Ainul Yaqin, telah membangun wilayah tersendiri di  daerah Giri, Gresik, Jawa Timur. Wilayah ini dibangun menjadi sebuah kerajaan  agama dan juga pusat pengkaderan dakwah. Dari wilayah Giri ini pula dihasilkan  pendakwah-pendakwah yang kelah dikirim ke Nusatenggara dan wilayah Timur  Indonesia lainnya.</p>
<p>Giri berkembang dan menjadi pusat keagamaan di wilayah  Jawa Timur. Bahkan, Buya Hamka menyebutkan, saking besarnya pengaruh kekuatan  agama yang dihasilkan Giri, Majapahit yang kala itu menguasai Jawa tak punya  kuasa untuk menghapus kekuatan Giri. Dalam perjalanannya, setelah melemahnya  Majapahit, berdirilah Kerajaan Demak. Lalu bersambung dengan Pajang, kemudian  jatuh ke Mataram.</p>
<p>Meski kerajaan dan kekuatan baru Islam tumbuh, Giri  tetap memainkan peranannya tersendiri. Sampai ketika Mataram dianggap sudah tak  lagi menjalankan ajaran-ajaran Islam pada pemerintahan Sultan Agung, Giri pun  mengambil sikap dan keputusan. Giri mendukung kekuatan Bupati Surabaya untuk  melakukan pemberontakan pada Mataram.</p>
<p>Meski akhirnya kekuatan Islam  melemah saat kedatangan dan mengguritanya kekuasaan penjajah Belanda, kerajaan  dan tokoh-tokoh Islam tanah Jawa memberikan sumbangsih yang besar pada  perjuangan. Ajaran Islam yang salah satunya mengupas makna dan semangat jihad  telah menorehkan tinta emas dalam perjuangan Indonesia melawan penjajah. Tak  hanya di Jawa dan Sumatera, tapi di seluruh wilayah Nusantara.</p>
<p>Muslim  Indonesia mengantongi sejarah yang panjang dan besar. Sejarah itu pula yang  mengantar kita saat ini menjadi sebuah negeri Muslim terbesar di dunia. Sebuah  sejarah gemilang yang pernah diukir para pendahulu, tak selayaknya tenggelam  begitu saja. Kembalikan izzah Muslim Indonesia sebagai Muslim pejuang. Tegakkan  kembali kebanggaan Muslim Indonesia sebagai Muslim bijak, dalam dan  sabar.</p>
<p>Kita adalah rangkaian mata rantai dari generasi-generasi tangguh  dan tahan uji. Maka sekali lagi, tekanan dari luar, pengkhianatan dari dalam,  dan kesepian dalam berjuang tak seharusnya membuat kita lemah. Karena kita  adalah orang-orang dengan sejarah besar. Karena kita mempunyai tugas  mengembalikan sejarah yang besar. Wallahu a’lam.n</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/faktaandalusia.wordpress.com/222/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/faktaandalusia.wordpress.com/222/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faktaandalusia.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faktaandalusia.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faktaandalusia.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faktaandalusia.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faktaandalusia.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faktaandalusia.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faktaandalusia.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faktaandalusia.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faktaandalusia.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faktaandalusia.wordpress.com/222/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faktaandalusia.wordpress.com&blog=1241117&post=222&subd=faktaandalusia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/08/fakta-islam-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/040ed9978a1280d5b96d47461ece1494?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">AndaLuSia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Abdullah bin Saba` Tokoh Fiktif?</title>
		<link>http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/08/abdullah-bin-saba-tokoh-fiktif/</link>
		<comments>http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/08/abdullah-bin-saba-tokoh-fiktif/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Aug 2007 07:22:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thoriqandalusia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fakta Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/08/abdullah-bin-saba-tokoh-fiktif/</guid>
		<description><![CDATA[Dakwaan yang mengatakan Abdullah bin Saba itu adalah tokoh fiktif, selalu dielu-elukan oleh orang syi`ah modern dan orang orentalis, agar mereka bisa diterima ditengah-tengah masyarakat. Dakwaan seperti ini bagaikan orang yang mengingkari cahaya matahari ditengah siang bolong lagi cerah.
Marilah kita lihat apa pengakuan orang syiah terdahulu terhadap keberadaan Abdullah bin Saba, sebagai bukti yang konkrit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faktaandalusia.wordpress.com&blog=1241117&post=223&subd=faktaandalusia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em><strong>Dakwaan yang mengatakan Abdullah bin Saba itu adalah tokoh fiktif, selalu dielu-elukan oleh orang syi`ah modern dan orang orentalis, agar mereka bisa diterima ditengah-tengah masyarakat. Dakwaan seperti ini bagaikan orang yang mengingkari cahaya matahari ditengah siang bolong lagi cerah.</strong></em><span id="more-223"></span><span></span></p>
<p>Marilah kita lihat apa pengakuan orang syiah terdahulu terhadap keberadaan Abdullah bin Saba, sebagai bukti yang konkrit atas keberadaannya :</p>
<p>1) An Nasyi Al Akbar (293 H) mencantumkan tantang Ibnu Saba, dan golongan As Sabaiyah, yang teksnya: Dan suatu golongan yang mereka mendakwahkan bahwa Ali `alaihi salam masih hidup dan tidak pernah mati, dan ia tidak akan mati sampai ia menghalau (mengumpulkan) orang arab dengan tongkatnya, orang ini adalah As Sabaiyah, pengikut Abdullah bin Saba. Dan adalah Abdullah bin Saba seorang laki-laki dari penduduk San`a, seorang yahudi, telah masuk Islam lewat tangan Ali dan bermukim di Al Madain….<br />
Ref : Masailul Imaamah Wa Muqtathofaat minil kitabil Ausath fil Maqalat / ditahqiq oleh Yusuf Faan As, (Bairut 1971) hal : 22, 23.</p>
<p>2) Al Qummi (301 H), menyebutkan : Sesungguhnya Abdullah bin Saba adalah orang yang pertama sekali menampakkan celaan atas Abu Bakr, Umar, dan Utsman, serta para sahabat, dan berlepas diri dari mereka. Dan ia mendakwakan sesungguhnya Ali-lah yang memerintahkannya akan hal itu. Dan sesungguhnya Taqiyah tidak boleh. Lalu Ali diberitahukan, lantas Alipun menanyakannya akan hal itu, maka ia mengakuinya. Dan Ali memerintah untuk membunuhnya, lalu orang-orang berteriak dari setiap penjuru : Wahai Amirul Mukminin apakah anda akan membunuh seorang yang mengajak kepada mencintai kalian Ahli Bait, dan mengajak kepada setia kepadamu dan berlepas diri dari musuh-musuhmu, maka biarkan dia pergi ke Al Madain<br />
Ref : Al Maqaalat wal Firaq, hal : 20. Diedit dan dikomenteri serta kata pengantar oleh Dr. Muhammad Jawad Masykur, diterbitkan oleh Muasasah Mathbu`ati `athani, Teheran 1963.</p>
<p>3) An Naubakhti (310H) menyetujui Al Qummi dalam memperkuat barita-berita tentang Abdullah bin Saba, lalu ia menyebutkan satu contoh, yaitu bahwasanya tatkala sampai kepada Abdullah bin Saba berita kematian Ali di Madain, maka ia berkata kepada orang yang membawa berita itu : Kamu telah berdusta kalau seandainya kamu datang kepada kami dengan otaknya sebanyak tujuh puluh kantong, dan kamu mendatangkan tujuh puluh saksi atas kematiannya, maka sungguh kami telah mengetahui sesungguhnya dia belum mati, dan tidak terbunuh, dan tidak akan mati sampai ia memiliki bumi.<br />
Ref : Firaqus Syi`ah : hal : 23. oleh Abu Muhammad Al Hasan bin Musa An Naubakhti, ditashhih oleh H. Raiter, Istambul, percetakan Ad Daulah, 1931.</p>
<p>4) AL Kisysyi mencantumkan (dari tokoh-tokoh abad ke empat) beberapa riwayat yang menegaskan hakikat Ibnu Saba, dan menerangkan kabar beritanya, dan ini sebagiannya: Telah menceritakan kepada saya Muhammad bin Quluwiyah Al Qummi, ia berkata : telah menceritakan kepada saya Sa`ad bin Abdillah bin Abi Khalaf Al Qummi, ia berkata telah menceritakan kepada saya Muhammad bin Utsman Al Abdi dari Yunus dengannya, Abdurrahman bin Abdillah bin Sinan telah berkata : telah menceritakan kepada saya Abu Ja`far Alaihis Salam : sesungguhnya Abdullah bin Saba, adalah orang yang mendakwakah kenabian, dan mendakwakan bahwa sesungguhnya Amirul Mukminin alaihi salam, sebagai Allah, Maha tinggi dari hal itu dengan ketinggian yang besar. Lalu berita itu sampai ke Amiril mukminin alaihis salam, beliau menanyakannya, maka iapun mengakui hal itu, dan berkata : Ya, engkau adalah Dia (Allah), dan sungguh telah dibisikkan ke dalam hatiku, bahwasanya engkau adalah Allah, dan saya adalah nabi. Lalu Amirul Mukminin berkata kepadanya : Celaka kamu, sungguh syaitan telah menguasaimu, kembalilah kamu (kepada kebanaran) dari ini, celaka ibumu, dan bertaubatlah. Maka iapun enggan (untuk bertaubat), lalu beliau menahannya, dan memintanya agar bertaubat selama tiga hari, namun belum juga bertaubat, lantas beliau membakarnya dengan api, dan berkata : syaitan telah menguasainya, selalu mendatanginya dan membisikkan ke dalam hatinya hal itu.<br />
Ref : Al Kisysyi : Rajalul Kasysyi hal : 98, 99, Ma`rifatu Akhbaarir Rijaal (al mathba`ah al musthafawiyah 1317) hal : 70.</p>
<p>5) Abu Hatim Ar Razi (322H) (bukan Abu Hatim Sunni karena ia meninggal th 277 H) menyebutkan bahwasanya Abdullah bin Saba dan orang-orang yang mengikuti perkataannya dari kalangan As Sabaiyah, adalah mereka mendakwakan sesungguhnya Ali adalah Tuhan dan beliau menghidupkan orang mati, dan mendakwakah menghilangnya Ali setelah meninggal dunia dan berhenti sebatas itu…<br />
Ref : Az Zinah Fil Kalimaatil Islamiyah Al `Arabiyah, hal : 305. ditahqiq oleh DR. Abdullah bin Salum As Samiraai (terbitan Daarul Huriyah litaba`ah, di baghdad 1392 H / 1972).</p>
<p>6) Berkata syeikh golongan ini : Abu Ja`far Muhammad bin Al Hasan at Thuusi (460 H) tentang Ibnu Saba, bahwa sesungguhnya ia telah kembali kepada kekafiran dan menampakkan pujian yang melampaui batas, kemudian ia menukilkan di kitabnya Tahdziibul Ahkaam sikap Ibnu Saba dimana ia menantang Ali dalam mengangkat kedua tangan ke langit.<br />
Ref : At Thuusi Tahdziibul Ahkaam (diterbitkan oleh Darul Kutub Al Islamiyah / Teheran, cetakan ke dua) dita`liq oleh Hasan AL Musawi, 2/322.</p>
<p>7) Al Hasan  bin Ali Al Hulliy (726 H) menyebutkan Abdullah bin Saba dari golongan-golongan orang yang lemah (tercela).<br />
Ref : Ar Rijaal (cetakan AL Haidariyah / An Najfah 1392 H) : 2/71.</p>
<p><img src="http://localhost/zonaislam/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif" alt="8)" class="wp-smiley" /> Adapun Ibnu Murtadha (Ahmad bin Yahya meninggal tahun 840 H) yang ia itu adalah orang mu`tazilah dan menisbatkan dirinya ke Ahli Bait, dan termasuk imam (tokoh) syi`ah Zaidiyah, maka dia tidak hanya memperkuat keberadaan Ibnu saba, bahkan menegaskan bahwa sumber ajaran syiah dinisbatkan kepada Abdullah bin Saba, karena ia adalah orang yang pertama kali membuat perkataan adanya nas (ketetapan keimaman), dan perkataan keimaman dua belas imam.<br />
Ref : Tabaqatul Mu`tizilah (diterbitkan oleh Faranz Syatain / cetakan Al Katolikiyah / Bairut hal : 5 dan 6) dan lihat juga Dirasaat fil firaq wa aqaidil Islamiyah (diterbitkan oleh Penerbit Irsayd Baghdad) hal : 5.</p>
<p>Ini adalah sebagian kecil dari nash-nash yang dikandung oleh buku-buku syi`ah dan riwayat-riwayat mereka tentang Abdullah bin Saba, dan saya sebutkan di riwayat-riwayat di atas tanpa komentar karena nas itu sendiri sudah cukup untuk memberikan apa yang kita maksudkan di sini, nas-nas itu boleh dikatakan dokumen-dokumen tertulis yang membantah orang-orang dari kalangan syi`ah belakangan ini yang berusaha untuk mengingkari keberadaan Abdullah bin Saba dan meragui kabar beritanya, dengan dalih sedikitnya berita atau lemahnya sumber-sumber yang menceritakan.</p>
<p><strong>Saif bin Umar At Tamimi</strong></p>
<p>Menurut orang Syi`ah modern Abdulah Bin Saba` hanyalah tokoh fiktif ciptaan Saif bin Umar Tamimi yang disebut pertama kali dalam bukunya berjudul al-Futuh al Kabir wa ar Riddah dani al-jamal wamasiri Ali wa Aisyah (170 H). Mereka juga mengatakan bahwa keberadaan Abdullah bin Saba` ini adalah fiktif, dikarenakan hanya bersumber dari satu orang yaitu Saif At-Tamimi, yang dinilai cacat (oleh ahli jarh wa ta`dil). Tertolaknya riwayat tentang Abdullah bin Saba` bukan hanya karena dalam jalur periwayatannya terdapat Saif At-Tamimi, melainkan bahwa Saif At-Tamimi merupakan sumber tunggal tentang cerita keberadaan Abdullah bin Saba` yang dengan predikat semacam itu maka sudah semestinya setiap kisah dari Saif At-Tamimi tidak bisa dipercaya, baik dalam wacana syari`at maupun tarikh.</p>
<p>Perkataan tentang Saif bin Umar At Tamimi tersebut seakan mereka sedang berusaha untuk menegakkan benang basah, dengan dalih Saif bin Umar At Tamimi haditsnya tidak bisa diterima, maka saya katakan:</p>
<p>Kalau seandainya yang anda cantumkan dari perkataan ulama jarh wa ta`dil tentang Saif bin Umar at Tamimi, bahwa lemah dan haditsnya tidak bisa diterima maka pembicaraan anda terfokus pada Saif bin Umar At Tamimi yang berkapasitas sebagai muhadits (ahli hadits dan yang meriwayatkan hadits). Tapi apa gerangan perkataan ulama tentang dia sebagai orang yang berkapasitas Ahli sejarah, marilah kita kembali ke buku-buku rijal (jarh wa ta`dil):</p>
<p>Berkata Adz Dzahabi : adalah ia sebagai ahli sejarah yang mengetahui (Mizan `Itidal : 2/255).</p>
<p>Berkata Ibnu Hajar : Lemah dalam Hadits, pakar (rujukan) dalam sejarah (Taqriibut Tahdziib no 2724).</p>
<p>Dangan ini habislah lemah dan ditinggalkan yang dinisbatkan ke diri Saif sebab perkataan itu ditujukan dalam segi Hadits bukan dalam segi sejarah. Inilah titik pembahasan kita.</p>
<p>Perlu diketahui, kita harus membedakan antara meriwayatkan hadits dengan yang meriwayatkan sejarah (kisah), maka atas yang pertama (riwayat hadits) hukum-hukum dibangun dan ditegakkan, dilaksanakannya hudud, maka ia berhubungan langsung dengan pokok syariat agama yaitu sunnah nabi, dan sinilah ulama selalu sangat hati-hati menentukan syarat-syarat orang yang akan diambil riwayatnya. Berbeda halnya dengan riwayat sejarah (kisah), walaupun tak kalah penting -apalagi dalam mengisahkan sejarah sahabat- akan tetapi tidak melahirkan hukum-hukum yang lazim dari ajaran agama, karena perkataan seseorang itu bisa dipakai dan dibuang kecuali perkataan penghuni kubur ini (yaitu Nabi) sebagaimana kata Imam Malik. Sebab semua perkataan nabi menjadi syariat bagi kita, semua yang shahih harus diambil dan tidak boleh ditinggalkan.</p>
<p>Sebagai argumen yang memperkuat perkataan kita bahwa Saif bin Umar at Tamimi ini adalah umdah, pokok, dan tempat bersandar dalam masalah sejarah, diantaranya:</p>
<p>1) Bahwa Imam Thobari menukil darinya kejadian-kejadian fitnah lebih banyak daripada yang lain, sampai-sampai ia berpatokkan kepadanya. (lihat At Thobari :4/344).</p>
<p>2) Kemudian Adz Dzahabi menjadikan Saif adalah salah satu sumber yang dipegangnya dalam kitabnya Tarikhul Islam. (lihat tarikhul Islam : 1/14,15).</p>
<p>3) Adapun Ibnu Katsir ia lebih cenderung untuk menshahihkan riwayat Saif dalam kronologi terbunuhnya Utsman, walaupun ia mencatumkan lebih dari satu riwayat dalam bab itu, perlu diketahui bahwa di bab itu ada riwayat Khalifah bin Khayat (salah seorang guru Bukhari) dan riwayatnya lebih kuat dari riwayat Saif. (lihat bidayah wan nihayah : 7/203).</p>
<p>Dari pandangan ahli sejarah yang terdahulu kita meninjau pendapat ahli sejarah masa kini tentang Saif bin Umar At Tamimi :</p>
<p>Muhibbuddin Al Kahthib berkata tentang Saif : …. Dan beliau adalah ahli sejarah yang paling mengetahui tetang sejarah Iraq</p>
<p>Dan darinya dari guru-gurunya ia berkata : dan ia orang yang lebih mengetahui dari kalangan ahli sejarah tetang kejadian di Iraq.</p>
<p>Berkata Ahmad Ratib `Armusy : dan jelas dari referensi buku-buku biografi, bahwa sesungguhnya Saif tidak termasuk perowi hadits yang diandalkan (dipercayai), akan tetapi pengarang-pengarang buku biografi itu sepakat bahwa dia adalah pakar / pemimpin dalam sejarah, bahwasanya dia itu adalah ahli sejarah yang mengetahui, dan sungguhn At Thobari telah bersandar kepadanya dalam kejadian-kejadian di masa permualaan Islam. (lihat buku Fitnah wa waqi`atul Jamal, hal : 27)</p>
<p>Adapun Dr. Ammar At Tholibi mengisyaratkan bahwa Saif adalah termasuk ahli sejarah yang terdahulu, karena ia meninggal pada zaman pemerintahan Ar Rasyid (193 H) setelah tahun 170 H. dan dari segi lain ia merupakan rijal Tirmizi (279 H) -orang-orang yang melaluinya Tirmizi meriwayatkan hadits-, dan ia (Tirmizi) belum menyanggah riwayatnya akan perowi lain. Dan tidak seorangpun dari kalangan ahli hadits dan ahli sejarah yang membantah khabarnya (riwayatnya) khususnya berhubungan dengan Ibnu Saba. (lihat buku : Araa` Khawarij : 77).</p>
<p>Kita tambahkan lagi di sini bahwa sesungguhnya orang-orang yang menghukum Saif itu lemah (dalam hadits), dan berbicara tentang dirinya, mereka meyebutkan Ibnu saba, dan mereka tidak mengingkarinya, seperti : Ibnu Hibban (Al Majruhiin 1/208 dan 2/253), Adz Dzahabi (Al Mughni fi Du`afaa` 1/399 dan di Mizanul `Itidal 2/426) dan Ibnu Hajar (Lisanul Mizan 3/290).</p>
<p>Dengan demikian dapatlah kita memastikan bahwa Abdullah bin Saba, bukanlah tokoh fiktif akan tetapi adalah tokoh yang ada realitanya, dan terbukti ia itu ada. Hal itu telah disaksikan sendiri oleh buku-buku syiah terdahulu yang menjadi pegangan mereka. Dan sesungguhnya orang yang berusaha mengkaburkan dan mengingkari keberadaan Abdullah bin Saba, sama dengan orang yang mengingkari cahaya matahari pada siang bolong yang terang benderang. Dan sama dengan orang yang mengingkari keberadaan Khumaini celaka yang telah meninggal.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/faktaandalusia.wordpress.com/223/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/faktaandalusia.wordpress.com/223/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faktaandalusia.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faktaandalusia.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faktaandalusia.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faktaandalusia.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faktaandalusia.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faktaandalusia.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faktaandalusia.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faktaandalusia.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faktaandalusia.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faktaandalusia.wordpress.com/223/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faktaandalusia.wordpress.com&blog=1241117&post=223&subd=faktaandalusia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faktaandalusia.wordpress.com/2007/08/08/abdullah-bin-saba-tokoh-fiktif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/040ed9978a1280d5b96d47461ece1494?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">AndaLuSia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://localhost/zonaislam/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif" medium="image">
			<media:title type="html">8)</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>