Menyikapi Polemik Zakat

11 02 2007

MediaMuslim.InfoBanyak sekali polemik apakah zakat ini ada atau tidak, zakat itu wajib atau tidak dst.. Namun terlepas dari bagaimana hukumnya, pastikan dan sematkan dulu bahwa selayaknya kita mengeluarkan sebagian dari yang kita miliki/peroleh apapun namanya sebagai pembersih dan mengharap Ridho Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Tidak perlu berpanjang lebar, kita semua sepakat bahwa Alloh Subhanahu wa Ta’ala satu-satunya yang memberikan segala macam rizqi dan karunia kepada kita. Kenikmatan yang tidak terhitung jumlahnya sudah kita kecap bersama. Tentu bagian dari rasa syukur kita adalah kita harus menta’ati segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Nah, bagian dari perintah Alloh  Subhanahu wa Ta’ala adalah agar kita mengeluarkan zakat dari rizqi yang kita peroleh. Benar Islam telah mengatur bahwa zakat adalah wajib untuk lima hal. Adapun selain itu maka tidak wajib zakat. Tetapi apakah demikian sikap kita sebagai hamba yang tidak akan pernah bisa hidup tanpa karunia Alloh Subhanahu wa Ta’ala sementara bisa hidupnya saja sudah jelas merupakan karunia Alloh Subhanahu wa Ta’ala?

Mari kita sama-sama mencermati satu ayat berikut, yang artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka” (QS: At-Taubah: 103)

Terlihat di sini dan harus kita sematkan dalam hati kita, bahwa tidak peduli itu wajib zakat atau bukan, adalah sudah semestinya kita mengeluarkan sebagian dari apa yang kita miliki sebagai pembersih dan pensuci diri kita.

Benar untuk hal tertentu zakat itu tidak wajib, tapi apakah ini berarti kita tidak akan mengeluarkan sepeser pun entah dalam bentuk shodaqoh atau infaq?

Maksudnya, kita tidak sedang berbicara wajib atau tidak…shadaqoh atau infaq…Tapi yang sedang kita bicarakan adalah bahwa ada ‘kotoran’ dalam diri dan harta kita yang harus kita bersihkan. Philosophynya dikeluarkan sebagian harta (zakat) adalah untuk pembersih. Kenapa kita tidak concern pada pembersihannya itu?

Artinya, mari kita sama-sama membiasakan diri untuk menyisihkan sebagain dari yang kita miliki sebagai pembersih dan pensuci.

Apakah untuk hal tertentu itu wajib? benar..itu namanya zakat. Dan untuk bagian itulah kita haru belajar hukum fiqih.

Sangat disayangkan ada sebagian saudara kita yang menyamakan zakat dengan pajak. Mereka beranggapan bahwa kalau sudah dipotong pajak maka tidak perlu lagi bayar zakat. Wal’iyadhu billah.

Ada juga yang mencoba lari dari zakat dengan berdalih dan memanipulasi sedemikian rupa seperti halnya mereka berlari dari pajak. Sungguh yang seperti ini sejatinya karena mereka tidak mengerti philosopi zakat dari sisi si muzakki. Wallahu al-musta’an. Padahal seandainya dia tahu betapa “kotoran” itu menumpuk dan harus dibersihkan, niscaya dia akan bersegera mengeluarkan sebagian hartanya itu demi membersihkan diri tanpa melihat apakah memang dia sudah kena wajib zakat atau tidak. Wallahu ta’ala a’lam


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: