Kajian Akhlaq: Meratapi Jenazah Secara Berlebihan

6 07 2007

Salah satu kemungkaran besar yang dilakukan oleh sebagian orang adalah meratapi jenazah secara berlebihan. Misalnya dengan menangis sejadi-jadinya, berteriak sekeras kerasnya, meratap mengharu biru kepada mayit, memukuli muka sendiri, mengoyak ngoyak pakaian, menggunduli rambut, menjambak-jambak atau memotongnya. Semua perbuatan tersebut menunjukkan ketidak relaan terhadap takdir, di samping menunjukkan tidak sabar terhadap musibah.

Nabi Shallallahu’alaihi wasallam melaknat orang yang suka melakukan ratapan berlebihan kepada mayit. Abu Umamah Radhiallahu’anhu meriwayatkan, yang artinya: “Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam melaknat wanita yang mencakar mukanya, merobek-robek bajunya, serta yang berteriak dan berkata : ‘celaka dan binasalah aku” (HR: Ibnu Majah: 1/505, Shahihul Jami’: 5068) Baca entri selengkapnya »





Kajian Akhlaq: Konsentrasi Untuk Menghadapi Hari Ini

6 07 2007

Diantara sarana yang dapat menangkis kesedihan dan keguncangan hati adalah terputusnya pikiran sepenuhnya untuk memberikan perhatian kepada pekerjaan hari ini yang sedang dihadapinya dan menghentikan pikiran dari menoleh jauh ke waktu mendatang dari kesedihan menengok masa lampau. Karenanya, Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung kepada Alloh ‘Azza wa Jalla dari al-hamm (kegundahan) dan al-huzn (kesedihan).

Al-huzn adalah kesedihan terhadap perkara-perkara yang telah lampau yang tidak mungkin diputar ulang ataupun di ralat. Sedangkan al-hamm: adalah kegundahan yang terjadi disebabkan oleh rasa takut dan khawatir terhadap sesuatu yang mungkin terjadi di masa mendatang. Baca entri selengkapnya »





Kajian Akhlaq: Memukul Orang dan Menandai Muka Hewan

6 07 2007

Sebagian orang tua dan bapak guru terkadang sengaja menghukum anak-anaknya dengan mendaratkan pukulan di wajah. Demikian pula dengan yang dilakukan oleh sebagian majikan kepada pembantunya. Perbuatan tersebut, di samping menghinakan wajah yang dimuliakan oleh Allah juga bisa mengakibatkan hilangnya sebagian fungsi indra terpenting yang kebanyakan berada di wajah. Jika itu yang terjadi maka akan menyebabkan penyesalan bahkan terkadang yang bersangkutan meminta hukum qishash. Baca entri selengkapnya »





Kajian Akhlaq: Memutuskan Hubungan Saudara Muslim Lebih dari Tiga Hari

6 07 2007

Di antara langkah syaitan dalam menggoda dan menjerumuskan manusia adalah dengan memutuskan tali hubungan antara sesama umat Islam. Ironinya, banyak umat Islam terpedaya mengikuti langkah langkah syaitan itu. Mereka menghindar dan tidak menyapa saudaranya sesama muslim tanpa sebab yang dibenarkan syara’. Misalnya karena percekcokan masalah harta atau karena situasi buruk lainnya. Baca entri selengkapnya »





Kajian Akhlaq: Menjauhi Adu Domba

6 07 2007

Adu domba merupakan perangai tercela yang menanamkan dendam diantara manusia, ini merupakan sifat yang dibenci setiap muslim dan muslimah. Sifat yang buruk ini tidak boleh diremehkan, karena diantara ciri-ciri adu domba dan yang telah ditetapkan baginya, bahwa ia bisa memisahkan seseorang dengan kerabatnya, seseorang dengan teman-temannya, bahkan dirinya dengan anggota saudaranya sendiri. Baca entri selengkapnya »





Kajian Akhlaq: Kisah Nyata Orang Yang Memiliki Jiwa Besar

6 07 2007

Banyak sekali contoh dari para umat terdahulu yang sholeh yang patut kita teladani berkaitan dengan sifat ‘afuu. Di sini tidak digunakan Rasululloh shallallâhu ‘alaihi wa sallam sebagi contoh karena beberapa sebab. Pertama adalah bahwa akhlak Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam adalah akhlak Al-Quran, sebagaimana yang disampaikan oleh Ummul Mu’minin A’isyah  RadhiAnha,  كَانَ خُلقُهُ القُرْاَنَ  “sunguh akhlak beliau (Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam) adalah al-Quran.” Karena akhlak beliau adalah Al-Quran, maka jelas kita meyakini bahwa dari sisi akhlak beliaulah yang paling mulia, paling lapang dada dan berjiwa besar. Sebab kedua agar orang tidak beralasan bahwa Rasululloh shallallâhu ‘alaihi wa sallam dapat bersifat lapang dada dan berjiwa besar dan mudah memaafkan karena beliau adalah rasul, maksum dan telah disucikan oleh Alloh Subhanallohu wa Ta’ala,  telah disucikan dari bagian setan, telah dibersihkan dadanya dari bagian-bagian syaitan ketika beliau masih kecil dan ketika isra’ dan mi’raj. Hal ini kemudian dijadikan alasan untuk membenarkan perbuatan-perbuatan salahnya. Baca entri selengkapnya »





Kajian Akhlaq: Orang Yang Memiliki Jiwa Besar

6 07 2007

Akhlaaqul kibar (orang yang memiliki jiwa yang besar), mereka itulah orang-orang yang berakhlak dengan akhlak yang tinggi, mereka meninggalkan akhlak-akhlak yang rendah serta perkara-perkara yang hina. Termasuk disini adalah semuanya, baik itu dari kalangan ulama, du’at dan kaum muslimin pada umumnya.

Yang dimaksud akhlaaqul kibar disini adalah orang yang berjiwa besar, bukan orang yang berjiwa kerdil yang jika dipuji dia senang dan apabila dicela dia marah, memutuskan hubungan dengan orang hanya karena tidak senang, tersinggung, hanya karena jengkel atau marah. Atau menjalin silaturahmi hanya karena senang dengan orang-orang tertentu  kemudian memutuskan hubungan  silatuhrahmi hanya karena tidak senang dengan orang tertentu dan karena sebab-sebab tertentu pula. Orang yang berakhlak kibar adalah orang yang tidak memusuhi hanya karena orang tersebut mengkritik atau mengejek dirinya. Baca entri selengkapnya »