Pemahaman Dasar Tentang “Tasyabbuh”

24 06 2007

MediaMuslim.InfoAt-Tasyabbuh secara bahasa diambil dari kata al-musyabahah yang berarti meniru atau mencontoh, menjalin atau mengaitkan diri, dan mengikuti. At-Tasybih berarti peniruan. Dan mutasyabihah berarti mutamatsilat (serupa). Dikatakan artinya serupa dengannya, meniru dan mengikutinya. Tasyabbuh yang dilarang dalam Al-Quran dan As-Sunnah secara syar’i adalah menyerupai orang-orang kafir dalam segala bentuk dan sifatnya, baik dalam aqidah, peribadatan, kebudayaan, atau dalam pola tingkah laku yang menunjukkan ciri khas mereka (kaum kafir). Baca entri selengkapnya »





Menumbuhkan Cinta Kepada Rasululloh

21 05 2007

MediaMuslim.InfoTerkadang sebagian kita sulit namun ingin sekali bisa mencintai Rasululloh shalallahu ‘alaihi wasalam tapi kenyataannya hampa. Ada orang yang bilang tak kenal maka tak sayang, supaya jadi sayang maka ta’aruf (berkenalan). Tidak mungkin timbul rasa cinta tanpa mengenal yang dicintainya, sepakat tidak…?  membaca dan menghayati kisah-kisah Beliau dalam Sirah Nabawiyah dapat menyuburkan taman hati dengan cinta kepada Rasululloh shalallahu ‘alaihi wasalam. Kehalusan tutur kata beliau, bagusnya akhlak beliau, sikap beliau terhadap keluarga, sahabat bahkan terhadap lawan, dan seabrek teladan lain yang beliau contohkan. Baca entri selengkapnya »





Dasyatnya….. Cinta!!!!

21 05 2007

MediaMuslim.Info – “Cinta”, layaknya makanan pokok, istilah yang satu ini tidak pernah pudar sepanjang jaman. Selalu hadir dimanapun dan kemanapun kita berpaling. Betapa Dasyatnya Fitnah Cinta…. sehingga orang yang sedang dilanda cinta lazimnya akan terfokus untuk mendapatkan yang dicintainya. Akibatnya, tidak sedikit yang menjadi lalai dari mencintai Alloh serta Rasul-Nya. Baca entri selengkapnya »





Mungkinkah Sekedar Impian ?

9 03 2007

MediaMuslim.Info – Secara etimologi (bahasa), al-khusyu’ memiliki makna al-khudhû’ (tunduk). Seseorang dikatakan telah mengkhusyu’kan matanya jika dia telah menundukkan pandangan matanya. Secara terminologi (istilah syar’i) al-khusyu’ adalah seseorang melaksanakan shalat dan merasakan kehadiran Alloh Subhannahu wa Ta’ala yang amat dekat kepadanya, sehingga hati dan jiwanya merasa tenang dan tentram, tidak melakukan gerakan sia-sia dan tidak menoleh. Dia betul-betul menjaga adab dan sopan santun di hadapan Alloh Subhannahu wa Ta’ala. Segala gerakan dan ucapannya dia konsentrasikan mulai dari awal shalat hingga shalatnya berakhir. Baca entri selengkapnya »





Akhirnya Kebaikan Yang Kujadikan Teman

1 03 2007

Hatim Al-Asham  mengungkapkan: “Aku lihat setiap orang itu memiliki teman tempat membuka rahasia dan berbagi rasa. Aku bertanya pada diriku sendiri: “ Siapa temanku ? “. Setiap teman dan saudara sudah kulihat sebelum mati. Aku ingin mencari teman yang akan kubawa sesudah mati. Maka aku mengambil kebajikan sebagai teman untuk menemaniku hingga hari kiamat nanti, turut bersamaku meniti titian Ash-Shirath, lalu menegakkan tubuhku dihadapan Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Baca entri selengkapnya »





Bersegeralah Sebelum Ajal Menjemput

1 03 2007

Satu hal yang patut untuk kita renungi adalah, apa persiapan kita untuk menghadapi Hari Akhirat? Apakah kita telah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk melakukan berbagai amal yang dapat menyelamatkan kita dari huru-hara dan kedahsyatannya serta bencana demi bencana yang datang silih berganti? Pernahkah kita menghitung diri atas apa yang telah kita ucapkan dan kita perbuat? Baca entri selengkapnya »





Anggaplah Besar Dosamu

21 02 2007

MediaMuslim.InfoDalam perang Hudaibiyah kaum muslimin datang dengan penuh kerinduan ke Baitullo. Tetapi mereka bersama Rasulullo Shallallahu’alaihi wasallam dihalang-halangi oleh kaum musyrikin dari melaksanakan niat mereka itu. Sehingga ada unek-unek dalam hati para sahabat Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam. Maka Umar radiyallahu’anhu menemui Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam seraya bertanya, “Bukankah engkau benar-benar Nabi Alloh Subhanahu wa Ta’ala?” Nabi Shallallahu’alaihi wasallam menjawab: “Benar”. Ia bertanya, “Bukankah kita berada di atas kebenaran dan musuh kita di atas kebatilan?” Beliau menjawab, “Benar”. Ia berkata: “Kalau begitu kenapa kita memberikan kehinaan kepada agama kita?”

Beliau Shallallahu’alaihi wasallam menjawab, yang artinya: “Aku adalah utusan Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan aku tidak pernah bermaksiat kepadaNya dan Dia adalah penolongku”. Ia berkata, “Bukankah engkau mengatakan kepada kami bahwa kami akan datang ke Baitulloh dan melakukan thawaf di sana?” Beliau menjawab, “Benar. Apakah aku telah memberitahukan kepada kalian bahwa kita akan datang ke Baitulloh tahun ini?” Umar menjawab,” Tidak”. Baca entri selengkapnya »